Selasa, 19 Agustus 2014

CERITA BAHAGIA ITU SEBENTAR LAGI




Yang Maha Mendengar,, 
Yang Maha Melihat,, 
Yang Maha Mengetahui,,
Duhai Allah SWT,,
Aku hanya seorang hamba biasa, tak luput dari dosa, hina karna nafsu, dan tak baik bila merangkai sebuah kata-kata,,
Namun aku yang hina ini selalu saja tak henti memohon pertolongan dari Mu,,
Karna aku sadar, aku lemah, aku tak berdaya, dan aku begitu kecil dihadapan Mu,,

Masih pantas kah Ya Allah,,
Aku meminta dan terus meminta kepadamu,,,
Namun ada satu hal yang ingin hamba ucapkan kepada Mu,,,

Terimakasih Ya Allah, kau telah menjawab do’a diantara beberapa do’a do’a yang aku kirim,,
Karna tepat ditahun ini 2014, diusia ku yang ke 23 tahun, aku dimalar oleh seorang pria yang sudah lama menjadi kekasih hati, selama hampir dua setengah tahun mengenal dia, yang tadinya hanya sekedar teman pulang kerja, sering curhat berdua, akhirnya aku pun tak dapat memungkiri aku jatuh hati dengan dia, my jelly “Rico Novian Santosa”.

Dan tepat ditanggal 5 Juli 2014, dua keluarga kami berkumpul membicarakan kelanjutan hubungan kita berdua untuk kemudian membawanya ke jenjang yang lebih serius lagi yaitu sebuah pernikahan. Lamaran dimulai sekitar pukul 5 sore, jatuh dibulan yang suci yaitu bulan ramadhan.

Jauh sebelum acara ini dimulai, hampir semua urusan dibantu oleh kakak ku yang kedua, padahal dia itu juga harus mengurus anaknya yang masih berumur 3 bulan, dan dia harus mondar mandir dari rumah ke pasar dengan membawa begitu banyak belanjaan,  T_T sungguh tak tega sebenarnya hati saya, tapi harus bagaimana lagi sedangkan kerjaan kantor memang tak bisa ditinggal sama sekali, dan jam kerja nya berangkat pagi baru bisa pulang kerumah malam hari karna begitu macet dijalan, tau sendiri kan kondisi jakarta ketika menjelang waktu pulang kantor pas pula dengan waktu berbuka puasa jalanan itu seperti air yang diisi di ember kemudian lupa mematikannya lagi jadi luber kemana mana, alias tumbah ruah ya mobil, ya angkutan umum dan pasti sepeda motor.

Kemudian waktu yang ditentukan oleh kedua orang tuaku ini membuat saya kelimpungan sungguh karna begitu mendadak dan jujur saja memang diluar dari yang sudah kita rencanakan, walhasil saya hanya bisa meminta bantuan kepada kakak-kakak saya, ada mas mukim, teh lies, mba dewi , dan mas aji yang juga dibantu sama lek saya istri dari adiknya ibu, lek pini.

Mungkin pada awalnya kakakku juga sama kagetnya, karna belum didiskusikan sebelumnya dengan mereka tapi mau bagaimana lagi, dengan mengucap ‘Bismillahirrahmannirrahiim’ semua dijalani. Hal yang sebenarnya sungguh membuat ku merasa tidak enak juga yaitu ketika kaka saya yang pertama harus membawakan peralatan prasman yang ia bawa dari tangerang menuju rumah saya keciledug, awalnya saya berniat membantu jika memang calon saya itu memasuki hari off dalam jadwal kerjanya tapi tiba-tiba selama menjelang hari yang ditunggu itu dia tidak ada sama sekali jadwal offnya yang tepat, dengan berat hati saya menulis pesan via sms ke kakak untuk dibawakan itu semua ‘tanpa aku bisa menolong karna memang tidak ada motor untuk berangkat ke sana’..sungguh terimakasih banyak untuk kakak pertamaku beserta istri yang sudah mau meluangkan waktu dan tenaga bagi acara hari sabtu itu’ makaaasiiihh baaanyyyaaak, ya mas , ya teh !!! ^o^ sekedar tahu saja yang dibawa itu ada ‘alat prasman 3 unit, tempat nasi 1 unit, peralatan buat kue seperti loyang, gilingan molen, mixer, panci kukusan sebesar alaihim dan ndak bs saya jelaskan satu satu karna begitu banyak, dan terakhir digital camera karna sungguh memang saya tidak punya itu semua’.

H -2 acara,, sehabis saur kakak keduaku menyicil belanja sayur kering, dan bumbu-bumbu untuk bisa dipersiapkan sebelum acara, dengan membawa sikecilnya ba’da saur. Aku tau sekali bahwa kondisi jam 5 pagi hari itu sungguh dingiiiiiiinnn, bisa dibayangkan ndak??!!”” rasanya bener-bener tidak enak hati,,keesokan harinya pun menjelang hari H nya dia masih harus belanja ke pasar untuk membeli beberapa bahan masakan yang digunakan dan bisa terbayang gak ! yang dibawa itu 2 kantong plastik besar dengan berat yang lumayan bikin pegel tangan yang pasti,, saluuut bnget buat ibu,, luar biasa,, dan maaf aku jadi merepotkanmu .)) Thanks to my brother and my sister.

Persiapan untuk pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pukul 03.00 dini hari, sekalian sahur yang paling pertama sih motong-motong sayurnya, kemudian bantuin teteh buat kue hantaran, pokoknya luar biasa ngaanntuuuukk tuuuk tuuuk, mata ku seperti hanya 1 watt. Tapi semua pekerjaan harus tetap dilakukan, kue yang dibuat antara lain tar mini, pastel, puding dan masakan berat contohnya sambel goreng , sop bakso, sama ayam saus kecap .. kebayang donk semuanya serba dimasak sendiri gak ada yang pesen.

Dari megang kerjaan yang ini, pindah ke yang itu, dan lain-lainnya, semua serba home made, waktu nya terus berjalan gak terasa sudah masuk pukul 03.00 sore, dan masakan pun satu per satu matang, tapi masih ada yang ribet untuk buat kuenya, karna harus dihias dahulu sebelum di packing. Semua kedapetan tugas, yang laki-laki membersihkan rumah, perempuan semuanya masak, ya kecuali keponakan-keponakan saya, assyyiiiik bermain saja muter-muter dari belakang rumah ke depan,, suasana rumah begitu ramai sekaliii,,
Tak terasa waktu sudah mepet, saya pun belum mandi untuk siap-siap, inisiatif saja untuk bilang ke ibu saya, untuk mandi duluan takut gak kebagian waktu, karna nasi nya juga belum matang, dan barang-barang yang ada di ruang tv harus segera disinggahkan karena juga termasuk tempat untuk para tamu yang nantinya datang, langsung saja barang-barang hias kue pindah ke kamar saya semua, dan gambarannya sudah seperti toko kue yang ada didalam rumah tepatnya kamar saya pribadi, saya sudah bilang sebelumnya untuk bersiap-siap lebih dahulu, takut keburu dateng pihak dari calon saya.

Kemudian selesai mandi, saya berdandan ala ala yang penting terlihat rapih saja, namun sebelumnya masih sempat ke warung untuk membeli mika dan plastik seinget saya, selesai itu saya langsung masuk kamar kakak saya dan menunggu saja didalamnya hingga semuanya saya serahkan kepada keluarga saja, untuk persiapan apa saja yang belum selesai sambil mengingatkan kakak laki-laki saya untuk membawa digital kameranya keluar. 

Pukul setengah 5 sore, saya mulai panik ‘dalam hati sudah jalan belum ya si aa dari rumah’ karna waktu yang ditentukan padahal dari pukul 4 sore, kemudian saya menelepon dia untuk memastikan,, jawabannya ‘masih menunggu keluarga yang dari pondok aren’ nanti klo sudah jalan saya kasih tahu....””

Mendekati pukul 5 sore, kok belum juga ada kabar hati saya mulai gelisah rasa deg-degan yang tadinya hanya lewat-lewat saja jadi bertambah-tambah. Kemudian tak lama Hp saya berdering “Endo aku udah mau jalan, yang ikut itu ada 2 mobil satu taksi dan motor.........!!$^&* ya udah ya ndo aku jalan jangan lupa ada yang nunggu nanti didepan”

Toeng Toeng Haaahhh,, #MUKA PANIK. Dari jumlah yang sebelumnya diberi tahukan itu melebihi dari yang saya bayangkan, langsung saja saya reflek “Bu, piring nya banyak kan!!” orangnya yang dateng “Bla bla bla” menjelaskan gambarannya.. wah langsung tetangga saya menawarkan diri untuk meminjamkannya”.
Hati tambah deg-degan ketika, kakak saya yang bertugas sekaligus menjadi MC acara berkata “Selamat datang untuk keluarga bapak ujang” wahh, sudah pada datang tamunya, saya yang waktu itu mengenakan pakaian gamis berwarna hitam dengan kerudung cream duduk manis di sebelah bibi dari calon saya, tangan saya dingin tak bisa berkata apa-apa, bingung apa yang mau dikatakan, hanya saja saya masih sempat menyapa bibi serta anaknya yang duduk tepat berada disebelah saya. Kemudian MC membacakan susunan acaranya, dan acara demi acara dilalui dari pembukaan hingga sambutan sampai dengan ketika pihak dari pelamar menanyakan kepada saya atas jawaban lamaran tersebut, “Bagaimana mba endah diterima atau tidak ??” kemudian saya jawab dengan jelas sambil mengucap “Bismillahirrahmanirrahim, ya saya terima pak.” Alhamdulillah semuanya mengucap syukur para tamu yang menghadiri acara Lamaran dari kami berdua.

Kemudian acara berlanjut ke pemakaian cincin sebagai simbolik bahwa saya telah dilamar, dengan dipakaikan oleh ibu dari calon saya dan calon saya mendampingi sebagai saksi, saya justru jadi bingung dan otak seperti blank, karna ketika sehabis itu saya cuma terdiam, untung saja diingatkan oleh bapak-bapak yang ada disamping untuk langsung memberikan tanda hormat kepada ibu bapak dari calon saya dengan sungkem kepada mereka, langsung saya tersadar dan saya lakukan kemudian kembali duduk ke tempat sebelumnya.

Dengan perasaan campur aduk dan haru sambil berjalan balik duduk, saya rasakan sungguh bahagia hati saya pada saat itu, rasanya berdetak jantung ini keras sekali, luar biasa hari ini “kata saya” dengan lancar sampai penutup acara mengucap hamdalah, selesailah rangkaian prosesi lamaran yang diadakan dirumah. Namun karna jatuh dibulan puasa jadi acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Semua ibu-ibu repot didapur untuk menyiapkan, saya sebenarnya ingin sekali membantu tapi saya tidak diperbolehkan dengan bapak, sehingga saya duduk manis saja mendampingi ibu kandung saya duduk dan berkenalan dengan keluarga dari pihak calon.

Adzan magrib tinggal hitungan menit semua ta’jil yang sudah keluarga saya siapkan dikeluarkan satu persatu ada juga es buah dan teh hangat untuk membatalkan, kemudian beberapa kue yang tadi sudah saya sebutkan. “Allahu akbar 2x” adzan berkumandang semuanya terlihat senang dan membatalkan puasa mereka, kemudian setelah mencicipi beberapa ta’jil para tamu dipersilahkan untuk makan berat yang memang sudah dihidangkan diatas meja, tersusun rapi.

Ada beberapa orang yang melanjutkan untuk solat magrib terlebih dahulu sebelum makan berat, dan kami semua akhirnya menunggu sekitar 10 menit waktu solat magrib dan kemudian kembali, ada perasaan syukur yang luar biasa ketika saya melihat orang-orang dengan muka riang mengantri untuk mengambil makanan yang memang sudah kami sediakan.

Hati saya berucap syukur yang luar biasa, Kepada Mu Ya Allah:

 Atas Nikmat Rizki yang Engkau berikan pada saat itu,
Aku bersyukur juga telah Engkau Anugrahkan keluarga yang begitu peduli dengan keadaan ku, begitu mau bersusah-susah untukku, membantu dan mengurangi beban pikiranku,
Aku bersyukur memiliki “EMAK sama BAPAK”yang sayang terhadapku, yang mau meringankan hal yang membuatku berfikir sebelumnya apakah aku mampu mengadakan acara lamaran ini, dengan uang saku yang ada dikantungku tak seberapa jumlahnya, mereka mampu membuat hal ini menjadi seolah-olah mudah. Memang sungguh benar bahwa “Ridho Allah adalah Ridhonya Orang tua mu”.

Aku bersyukur punya kakak yang memang sayang terhadapku, biarpun aku merepotkan mereka dan aku tak bisa membalas apa-apa, mereka mau mengorbankan waktu dan tenaganya untuk membantuku,, terimakasih banyak..))

Masih dalam suasana makan, tiba-tiba hujan turun dan membuat suasana rumah menjadi begitu sejuk hawanya. Aku berfikir “Semoga ini adalah Rahmat yang Engkau berikan untukku dan untuk seluruh alam.” Terimakasih Ya Allah.

Hujan yang turun tinggal rintik-rintik, tak lama keluarga dari pihak calonku langsung pamit, kemudian aku memberikan aba-aba kepada kakak untuk mengeluarkan hantaran yang memang kami siapkan untuk oleh-oleh, selesai mereka pamit turun dan keluar meninggalkan kediaman dari keluarga saya. Senyum bahagia terukir diwajah kami, untuk mengantar mereka sampai kedepan pintu.” 

Perasaan luar biasa aku rasakan, semuanya terlewati, aku bahagia melihat cincin yang terlingkar dijari manis tangan kiriku, tak terfikir ini memang benar nyata Ya Allah, aku terharu.)) Dan harapan ku selanjutnya semoga Engkau memberi kelancaran dan kemudahan untuk prosesi menjelang pernikahan kami nanti, Aamiin Ya Rabbal Allamiin. J





I LOVE YOU, BIE :*


RICO VIAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar